Tangung jawab siapa perang media …?Dakwah. "Sayap i'lam media adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan

Minggu, 08 Februari 20150 komentar


GLOBAL-ISLAM.COM -Sun – sun, ahli stategi kawakan asal Cina pernah bertutur dalam The Art Of the Wear, “memperoleh 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah suatu keahlian, namun menakhlukkan musuh tanpa bertempur, itu baru keahlian. “untuk perang kontemporer, sepertinya media informasi yang mampu menakhlukkan musuh tanpa bertempur.

Syaikh Asyahid DR. Abdullah Azzam ulama pejuang yang sangat memperhatikan perang media, (Dakwah Muqowamah, halaman 1438). Semua haroki, terutama jihadi mengerti kemampuan Syaikh dalm berpidato dan berorasi. 

Namun, Syaikh tidak hanya mengandalkan kemampuan dalam berorasi. Beliau juga membangun markas I’lam, semacam kantor berita multi fungsi, diantara tugasnya merekam dan mendokumentasi peristiwa-peristiwa di bumi jihad Afgan, baik berupa ceramah, dakwah, kajian umum, pembagian sembako hingga pertempuran.

Sepertinya beliau menyadari, bahwa ceramah di atas mimbar, kajian di forum pengajian serta tahridh-memnggalang umat islam untuk menyokong  Jihad-tidak akan tersebar ke masyarakat dunia, tanpa publikasi, dan tanpa pengawalan media yang mempromosikan Jihad ke plosok Bumi .

Di era jihad kontenporer, Tadzim Al -Qaeda bisa menjadi contoh.I’Lam-Media Informasi-Yang di miliki Al Qaeda tidak kalang bargainningya Dengan sayap militer. Majalah Al-Qaeda  Insfire untuk  ediasi inggris dan  As-shumut  untuk  edisi  arab membuat  petinggi-petinggi  pentagon  kebakaran  jenggot. Kebohongan  mereka  lewat  media  BBC-nya,  terungkap  lewat  majalah ini.

Yang terbaru, video documenter  oprasi  mujahidin irak yang berhasil menangkap dan mengeksekusi jendral  SWAT  Irak, yaitu Unit pasukan Khusus seperti  densus  88 di  Indonesia,  masuk dalam katagori inbok. Paling banyak di tonton oline.  Menariknya yang paling banyak menklik Vidio ini justru dari negeri musuh  Al-Qaeda,  Yaitu Amerika.  Aneh memang tapi nyata.

Maka  jihad  media  harus di kelola  oleh haraki baik jihadi maupun non-Jihadi.  Tidak hanya jihadi yang jahiriyah,  yang sirriyah pun  bertanggung  jawab  untuk  mengelola  berita dan  memmbetuk  Opini public. 

Menurut Syaikh As-Surri  justru tandzim sirr-harokah  Undergroun-lebuh  memiliki  kepentingan untuk  terjun  All-Out  Di jihad  media. Pasalnya, ide,pikiran dan gagasan mereka harus di pahami oleh umat yang di hari kemudia  mereka  akan  menjadi  pendukung  system pemerintahan island an jihad itu sendiri. Apalagi tandzim Srri tidak memiliki kantor penerangan,  untu  mengkomunikasikan semua yang memjadi  pikiran mereaka dengan umat  yang sipil atao meliter  dan  dengan harokah lainya. Satu-satunya jalan mudah di tempuh dan dia akses adalah media. 

Ketika kondisi memeksa  para  haraki  untuk  memilih Tandzim sirri, sebelum ber benturan  dengan kekuatan musuh,  seharusnya para harhai memasikalkan Media  informasi  untuk  berkomunikasi dan memdakwai umat. Karna aka nada suatu Waktu yang menyulitkan untuk berkomunikasi dengan mereka.

Terkadang  phenomena  kekinian  terlihat  mirris. Yaitu,  masih ada sebagaian haraki yang memandan sebelah mata media informasi,  tidak All- Out dalam bertempur di zona media informasi.  Lebih asik dengan  dakwah  tradisounal dari satu panggung  kepanggung lainya. Lebih berseni dalam dunia militer-‘Asikari-. PADAHAL  SAYAP MILITER, DAKWAH TRADISONAL, DAN SAYAP I’LAM-MEDIA-ADALAH SATUKESATUAN YANG TIDAK BISA DI PISAHKAN.

Kata orang arab “ ,Aduwwun ‘Alimun,khairun min shahibin jahilin”, “musuh yang pintar lebih bermanfaat dari pada kawan yang BODOH. “Belajar perang media informasi dari musukh yang bernama Amerika, banyak manfaatnya dan tidak ada salah nya.(Ak.Sh)

Referensi : Majalah An-najah edisi  86 Hal. 6-8

Editor : Aiman | Global-islam.com
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Globalislam.com / media islam network - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger